Iklan Beranda



Moga Bunda Disayang Allah by Tere Liye



Sinopsis :

Buku ini menceritakan kisah tentang seorang anak yang bernama Melati. Dia adalah anak yang terpandang di daerahnya. Orang tuanya, tuan dan nyonya HK begitu menyayanginya. Namun kebahagiaan mereka tidak lama kemudian pupus ketika anak kesayangannya tersebut mengalami kecelakaan yang mengakibatkan ia menderita buta dan juga tuli total sebelum anak itu sempat mengenal benda, mengenal dunia, mengenal kata-kata bahkan belum sempat mengenal penciptanya. Doa dan harapan terus dipanjatkan oleh kedua orang tuanya, segala macam pengobatan telah dicoba untuk menolong anak kesayangannya. Tak hanya itu, pengasuh anak maupun psikolog anak yang digaji untuk mendekati dan berkomunikasi dengan Melati pun sudah banyak yang menyerah dengan Melati. Hingga akhirnya ia pun dipertemukan dengan Pak guru karang.

Karang adalah seorang pemuda biasa, tetapi ia memiliki jiwa sosial yang besar kepada anak-anak. Dalam buku ini diceritakan bahwa sosok karang ikut merasakan perasaan anak-anak yang berdiri di depannya. Namun, saat ia bertemu dengan Melati ia mengalami kesulitan yang dikarenakan masa lalunya yang begitu menyakitkan. Kecelakaan yang dialaminya beberapa tahun silam yang menewaskan 18 anak didiknya termasuk Qintan, anak kesayangannya. Kejadian tersebut membuatnya sangat terpukul hingga mengubah dirinya menjadi pemabuk, keluar di malam hari serta mengurung diri di kos milik Ibu Gendut dari pagi hingga sore hari. 

Dengan permohonan Nyonya HK serta bujukan Ibu Gendut , Karang dapat menghiraukan rasa kesulitan itu menjadi semangat kembali berusaha menemukan bagaimana cara agar Melati dapat mengenal segala yang belum ia kenal. Dan dengan kesabaran Karang dalam menghadapi Melati, akhirnya Allah memberikan mukjizat-Nya. Melati dapat mengenal dunianya melalui dua telapak tagannya dan Karang juga berubah menjadi Karang yang dulu dan ia juga sudah mengikhlaskan masa lalunya serta kembali menyayangi anak-anak. 

Buku ini menyuguhkan perjuangan hidup yang tidak mudah untuk dialami oleh anak-anak. Baik itu Karang yang yatim piatu maupun Melati dengan segala kekurangannya. Namun ada satu kesamaan antara mereka, anak-anak selalu punya janji masa depan yang lebih baik. Penulis berulang kali mengungkapkan kalimat yang mengingatkan pembaca untuk bersabar dan bersyukur “Hidup ini adil, sungguh Allah Maha Adil, kitalah yang terlalu bebal sehingga tidak tahu dimana letak keadilan-Nya, namun bukan berarti Allah tidak adil”. 


Download Rushing

Konten Ini Merupakan Sebagai Referensi Semata. Hargai Penulis Dengan Membeli Buku / Novel Secara Langsung

Related Posts

Subscribe Our Newsletter

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel